Akuaponik sebagai solusi bertani rumah sempit

(Dok. Istimewa)

Disaat isu lingkungan mengenai lahan pertanian sempit, konsep bertani dengan metode hidroponik mulai digerakan oleh beragam kalangan masyarakat. Dengan mengusung konsep bertani dibelakang rumah, hidroponik menjadi salah satu solusi untuk budidaya tanaman dengan memanfaatkan halaman rumah yang sempit.

Dalam perkembangannya, konsep hidroponik berkembang menjadi akuaponik. Perkembangan tersebut bertambah karena adanya budidaya ikan dibawah dari lahan hidroponik tersebut. Dengan memanfaatkan air langsung yang berasal dari kolam ikan, tanaman yang berada diatasnya dapat teraliri air dari kolam tersebut.

Kelebihan dari konsep akuaponik adalah pemanfaatan lahan sempit sehingga mudah dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat terutama ekonomi menengah kebawah didaerah perkotaan maupun pedesaan. Sistem budidaya tersebut dapat dilakukan bersamaan sehingga didapatkan hasil dari sayuran yang ditanam dari hidroponik tersebut dan lele budidaya tersebut. Keunggulan lainnya adalah sayuran tidak menggunakan pestisida maupun pupuk kimia. Selama masa penanaman, pupuk yang digunakan dapat berasal dari kotoran ikan dari kolam tersebut.

Pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro (KKN Undip) menjadi salah satu solusi warga Desa Pajomblangan dalam pemanfaatan lahan sempit yang ada dihalaman rumah. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor budidaya ikan dan tanaman berupa sayur.

Rivan Triardhana Putra