Aksi Damai #PrayforSurabaya : Wujud Kepedulian Warga Semarang

Masyarakat kota Semarang dan tokoh agama menyampaikan pesan damai #PrayForSurabaya pada Minggu (13/5) di pelataran air mancur Tugu Muda, Semarang.

ManunggalCybernews—Terkait peristiwa pengeboman yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, masyarakat kota Semarang dan tokoh agama mengadakan aksi damai lintas agama dan doa bersama pada Minggu, (13/5) bertempat di Tugu Muda Semarang. Publikasi yang diadakan dalam kurun waktu satu hari tersebut mendapat respons yang baik dari masyarakat dan dihadiri lebih dari 200 orang. “Kita hanya menyebar pamflet  dan mengundang beberapa komunitas untuk datang. Tidak ada banyangan sebanyak ini,” ujar Iqbal selaku koordinator aksi.

Pada aksi damai tersebut, turut hadir pula berbagai komunitas yang ada di Semarang, seperti Pelita, LBH Semarang, EIN Institute, dan Sanggar Gedong Songo. Aksi dimulai pukul 19.30 WIB dan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya penyampaian orasi dari para tokoh agama dan beberapa perwakilan komunitas. Dalam orasinya, para tokoh agama dan komunitas sepakat bahwa terorisme adalah kejahatan kemanusiaan dan tidak ada agama apapun yang menyuruh umatnya untuk melakukan tindakan teror dan kekerasan pada sesamanya.

Pada siaran pers yang disampaikan oleh Aloysius Budi Purnomo, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, mengatakan bahwa aksi damai sebagai bentuk kepedulian atas korban. “Dalam suasana duka kita berdoa untuk bangsa kita, untuk para korban. Kita tetap berkomitmen untuk menjaga NKRI berdasarkan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan yang lebih penting adalah kita akan terus menyuarakan perdamaian,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia berpesan agar masyarakat tidak menyebarluaskan foto-foto terkait peristiwa terorisme yang terjadi. “Karena dengan menyebarluaskan foto-foto yang berdarah , terluka, yang mengerikan, secara tidak langsung kita sudah menjadi bagian dari teror itu sendiri, yang menebarkan ketakutan,” ungkapnya.

Aksi yang berakhir sekitar pukul 21.30 WIB ditutup dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Padamu Negeri. Acara berlangsung secara damai dan kondusif. (Erlin/Manunggal)