Aklamasi Ketua-Wakil Ketua BEM KM Dipertanyakan

Perwakilan Partai Keluarga Mahasiswa, Khusnul Ari (kanan), menjelaskan persepsinya mengenai definisi aklamasi di Sekretariat Komite Pemilihan Raya, Senin (24/11). (Nina/Manunggal)


ManunggalCybernews – Tidak seperti pemilihan raya (pemira) sebelumnya, tahun ini hanya ada satu pasang calon yang lolos verifikasi pemilihan ketua dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM). Oleh karena itu, dalam technical meeting peserta pemira yang digelar di Sekretariat KPR, Senin (24/11), Ketua Komite Pemilihan Raya (KPR), Deni Syaputra mengatakan, pemilihan ketua dan wakil ketua BEM KM dilakukan secara aklamasi.

Hal tersebut, kata Deni, telah diatur pada petunjuk teknis pemira. Dia menyebutkan, sesuai dengan arti kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, aklamasi memiliki arti pernyataan setuju secara lisan dari seluruh peserta rapat dan sebagainya terhadap suatu usul tanpa melalui pemungutan suara.

Di lain pihak, Khusnul Ari, perwakilan Partai Keluarga Mahasiswa mengatakan, penetapan pemilihan secara aklamasi harus melalui musyawarah. Jika ada peserta yang tidak setuju, kata dia, aklamasi dapat ditolak.

Perbedaan pendapat mengenai definisi aklamasi ini disinyalir akibat tata cara pelaksanaan pemilihan ketua dan wakil ketua BEM KM secara aklamasi belum sepenuhnya diatur Senat Mahasiswa KM yang merupakan lembaga pembuat peraturan pemira.

Ketua Senat Mahasiswa KM, Ihsan Hidayat mengatakan, proses pemilihan ketua dan wakil ketua BEM KM secara aklamasi diserahkan sepenuhnya kepada KPR dengan berkonsultasi dengan Pembantu Rektor III, Drs Warsito SU. Sedangkan penetapan ketua dan wakil ketua BEM KM, kata Deni, tetap dilakukan setelah pemungutan suara, yakni pada 4 Desember mendatang.

“Jadi, penentuan pemenang pemilihan ketua dan wakil ketua BEM KM tetap dilaksanakan setelah pemungutan suara. Jadi, pasangan calon sekarang masih berstatus sebagai calon ketua dan wakil ketua BEM KM,” ujarnya. (Fikri, Nina/Manunggal)