Tembalang Masih Ramai, Pemkot Tutup Akses ke Undip

Kondisi lalu lintas di seputar Gapura Patung Pangeran Diponegoro Tembalang, masih ramai pengendara, Senin (4/5). (Foto: Alfiansyah/Manunggal)

Semarangan— Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polrestabes Semarang kembali melakukan penambahan penutupan tiga ruas jalan di Semarang. Penambahan jalan yang ditutup ini merupakan upaya tahap empat dalam penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) oleh Pemkot Semarang. Hal ini tentu saja untuk mengurangi kegiatan masyarakat Semarang di luar rumah sebagai upaya mencegah penyebaran coronavirus diseases (Covid-19). Kebijakan ini mulai diterapkan pada Senin (4/5) pukul 18.00 WIB.

Tiga ruas jalan yang ditutup antara lain :

1. Jalan Dr. Wahidin dari Simpang Sisingamangaraja sampai dengan Simpang Kaliwiru.
2. Jalan Ngesrep Timur V tepatnya Gapura Patung Pangeran Diponegoro pintu masuk Undip.
3. Jalan Sukun Raya dari Pizza Hut sampai dengan Simpang Bina Remaja.

Jalan tersebut akan ditutup selama 24 jam sebagai tindak lanjut pemberlakuan PKM di kota Semarang. Sebelumnya, tahap pertama hingga tahap ketiga telah dilakukan melalui penutupan sepuluh ruas jalan. Beberapa ruas jalan hanya ditutup malam hari saja dan beberapa lainnya ditutup total.

“Penutupan jalan itu bagian dari rangkaian pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) Kota Semarang yang harus kami dukung dan efektifkan hingga 24 Mei 2020,” papar Kasatlantas Polrestabes Semarang, Yuswanto Ardi dikutip dari Tribunjateng.com, Minggu (3/5)

Penambahan penutupan jalan tahap empat ini dipertimbangakan karena melihat situasi masyarakat di wilayah Semarang Selatan. Dalam mengambil kebijakan penutupan ruas jalan terdapat kriteria kondisi yang dipertimbangkan yakni apabila dalam kondisi di luar jam kerja atau jam padat, wilayah tersebut masih saja mengalami kepadatan arus lalu lintas.

“Bapak Kapolrestabes juga melihat sendiri kondisi di wilayah tersebut sehingga kami memutuskan untuk melakukan penutupan tahap empat di tempat tersebut,” tambah Yuswanto.

Penulis : Nabila Lathifah
Editor : Winda N, Alfiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *