Jonris-Usman: Romansa Keberanian

 

Sejak kapan Anda berniat mendaftar jadi calon ketua BEM Undip?
(Jonris): Semenjak dari LKMM Madya. Dari LKMM Madya saya memperoleh banyak ilmu, banyak pengalaman, dan banyak hal yang mendorong saya untuk melakukan perbaikan-perbaikan lagi. Perbaikan-perbaikan ini dalam artian ada beberapa hal yang perlu kita perbaiki yang tidak bisa kita berikan kepada orang lain tetapi kita sebagai eksekutornya di sana, kita yang menjadi pelaksana itu sehingga ketika saya menyadari bahwa saya bisa melihat, saya bisa mendengar, dan saya bisa merasakan seperti apa keadaan mahasiswa Undip sekarang. Ketika saya hanya diam saja di situ, artinya saya adalah orang yang paling bersalah, saya orang yang paling bodoh disitu. Ketika saya bisa melihat, saya bisa mendengar, saya bisa merasakan, tapi saya tidak bisa bergerak apa-apa, saya orang paling bodoh di situ sehingga dari situlah dan dari LKMM Madya juga kemari+n itulah kenapa saya mencalonkan diri jadi calon ketua BEM Undip 2018.

Apakah ada program baru yang akan diterapkan pada BEM Undip mendatang jika terpilih?
(Jonris): Untuk program-program baru semua yang kita paparkan di grand design kita yang sudah di publish itu ke media dan ke seluruh mahasiswa. Program-program yang kita buat itu pogram-program baru semua, bukan berarti program baru kita ini menghapuskan program-program sebelumnya. Jadi program-program sebelumnya tetap kita adakan ketika itu memang baik untuk dilaksanakan namun yang kita paparkan ke mahasiswa Undip itu yang baru-baru semuanya. Semua program kita itu baik riset exhibition, aksi deklarasi ideologi Pancasila, Undip mengabdi bersama, pesta rakyat, buletin BEM Undip dan beberapa program-program lainnya itu program baru semua.

Pesta Rakyat itu program yang seperti apa?
(Jonris): Pesta Rakyat ini sejenis pagelaran seni dan budaya yang melibatkan seluruh mahasiswa Undip. Jadi di sini kita ingin sebagai bentuk apresiasi dan motivasi dan juga pengembangan budaya yang dimiliki mahasiswa Undip dan juga melibatkan UKM-UKM dan orda yang ada, nah disini kita ingin tapilkan semuanya di situ. Kita semua barengan dengan satu event dengan harapan ini menjadi pemantik. Pemantik kita bahwa kita memiliki keragaman budaya, bahwa kita memiliki potensi juga dalam seni dan olahraga. Jadi ini jadi semangat juga bagi orang-orang lain yang belum berkecimpung di bidang itu dan juga sebagai apresiasi kepada orang-orang yang sudah berkembang di situ. Jadi kita ingin melibatkan UKM dan organisasi daerah sebagai pengenalan dan penguatan budaya-budaya yang ada di kita juga.

Apa yang membedakan kalian dengan paslon nomor 2?
(Jonris): Untuk yang membedakan, hal ini juga sudah disinggung-singgung di fakultas lain dari secara keberadaan kita disini kita mengusung independensi kita. Harapannya dengan kita independen kita bisa lebih bisa untuk merangkul semuanya, lebih mampu untuk merangkul semua elemen-elemen pergerakan mahasiswa. Kita ingin merangkul semua ini karena kita ketahui elemen pergerakan mahasiswa itu kekuatan terbesar kita. Nah untuk hal-hal lain yang membedakan mungkin dari program-program yang kita adakan banyak yang berbeda baik dari pengabdian-pengabdiannya dan sebagainya baik di pergerakannya juga dari yang saya lihat pergerakan juga kita beda dari fokus isu yang dibawa pun ada pebedaan antara saya dan paslon 2.

Mengapa Anda menganggap diri Anda layak untuk memimpin BEM Undip selanjutnya?
(Jonris): Berbicara soal kelayakan seharusnya mahasiswa Undip yang menilai bagaimana track record saya bagaimana saya melaksanakan tugas di BEM Undip tahun ini. Kebetulan saya tahun ini di BEM Undip. Dari saya pribadi kenapa saya layak, saya dari orang yang sangat idealis dalam artian ketika ada beberapa hal yang menyangkut kesejahteraan mahasiswa ataupun kepentingan mahasiswa baik mahasiswa yang kurang mampu dalam ekonomi, pengembangan minat dan sebagainya. Ketika saya disampaikan keluh kesah seperti itu saya akan langsung mengambil alih, dalam artian ketika ada hal yang belum beres saya berani menindak itu untuk memperbaiki ke depannya, mungkin itu juga yang dirasakan teman-teman yang lain. Dari beberapa orang menyampaikan bahwa ketika saya menindak suatu permasalahan itu seseorang yang bertindak tegas. Mungkin dari pengalaman-pengalaman dan track record saya di BEM Undip, di ODM kemarin juga menjadi salah satu pengalaman saya, bahwa saya sudah bisa bekerja dengan teman-teman di fakultas dan juga jurusan yang ada di Undip untuk menaungi suatu event yang sangat besar. Monggo dilihat dari track record saya, ditambah lagi dengan independensi saya kenapa seperti itu harapannya ini dengan mudah lah lebih mudah lagi kita untuk merangkul semua elemen pergerakan mahasiswa untuk menjadi kekuatan kita bersama memajukan Undip ke depannya.

Hal pertama apa yang Anda lakukan ketika terpilih menjadi Ketua BEM Undip 2018?
(Jonris): Ini juga sesuai dengan aspirasi dan pemintaan teman-teman yang ada di fakultas dan juga yang ada di jurusan. Kita akan melakukan kunjungan atau main ke fakultas-fakultas maupun jurusan apabila diizinkan. Kita akan main ke fakultas dan jurusan bukan sebatas ke ketua BEM ataupun pimpinan-pimpinannya, kepada masyarakatnya langsung pun kita akan main disana di kampus Tembalang maupun kampus Pleburan. Kita main ke sana dalam artian untuk menampung aspirasi, sebagai ramah tamah kita juga dan tambahan lagi kita ingin lebih tau juga bagaimana kondisi mereka di sana apa yang mereka butuhkan dan apa yang seharusnya kita perbaiki di sana sehingga dalam pergerakan ke depannya pun lebih jelas apa yang kita perbuat itu baik program kerja baik arahan kerja, pergerakan, dan sebagainya itu bisa sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, jadi kita butuh kondisi langsung yang ada di lapangan itu seperti apa, baik itu dari pimpinan dan juga mahasiswa umum yang ada di sana nanti.

Menurut kalian, apa isu di kampus dan nasional yang paling penting untuk dikawal saat ini?
(Jonris): Untuk di internal kampus kita sendiri isu yang paling penting untuk dikawal dan juga ini merupakan aspirasi dan juga keluh kesah dari beberapa fakultas bahwa yang namanya isu pendidikan ini yang masih sangat perlu kita kawal dan perlu kita tuntaskaan secara penuh, kita ingin masalah pendidikan ini benar-benar kita selesaikan. Sementara yang disebut mahasiswa dengan kepedulian dan juga pergerakan dari hatinya untuk menolong satu sama lain, kita ingin yang namanya pendidikan benar-benar sebagai hak segala orang, semua orang bisa mengecap pendidikan. Jadi isu pendidikan menjadi isu yang sangat penting kita kawal untuk isu internal. Kalau di nasional ,dari saya dan Usman hal yang perlu dikawal adalah isu lingkungan. Kita melihat bahwa di beberapa hal di lingkungan baik itu regional maupun nasional contohnya di daerah Gunung Slamet kemarin, pabrik semen yang di Kendeng, dan juga permasalahan lingkungan baik itu lingkungan kampus, lingkungan kesehatan, dan sebagainya. Jadi beberapa hal yang kita fokuskan adalah lingkungan karena lingkungan cakupannya luas, baik kesehatan termasuk ke lingkungan, baik kemaritiman contohnya reklamasi baik di industri polusi dan sebagainya itu termasuk ke lingkungan, dan contoh lingkungan sekitar kita seperti waduk. Waduk yang sekarang kita lihat kondisinya banyak sampah disana itu kan juga permasalahan lingkungan belum lagi tempat pembuangan sampah di fakultas-fakultas belum lagi untuk pengolahan sampah dan sebagainya ini jadi fokus kita.
Bagaimana jika Anda tidak bisa menjalankan visi dan misi dengan baik maka apa yang akan Anda lakukan?
(Jonris): Yang namanya manusia dalam melaksanakan suatu amanah pasti ada suatu kesalahan atau kelalaian dalam bekerja. Namun inilah kenapa kita membutuhkan saran dan juga kritik, jangan sampai kita anti kritik, jangan sampai anti solusi dari teman-teman. Jika ada suatu hal yang tidak sesuai dengan visi dan misi kita akan tetap evaluasi keberjalanan seperti apa. Apabila sudah fatal sekali dan sudah menyangkut ke seluruh kemahasiswaan baik dari pimpinan dan stafnya nanti apabila kita terpilih kita akan memberlakukan sistem reshuffle, dalam artian ketika tidak melaksanakan amanah dengan optimal dengan mekanisme-mekanisme baik itu surat peringatan dan sebagainya. Ya kita melaksanakan sistem reshuffle baik dari jabatan staf hingga ke pimpinan nya ke ketua BEM nya nanti, ketika ini sudah sangat melanggar dan juga sangat fatal dan juga sudah atas aspirasi mahasiswa bahwa ini akan di reshuffle kita laksanakan. Tapi juga tetap kita adakan evaluasi-evaluasi, aspirasi dan juga kritikan-kritikan akan kita buka seluas-luasnya solusi dan kritikan dari teman-teman baik yang ada di fakultas, di jurusan, yang non keorganisasian dan sebagainya apabila itu baik untuk kita, kita akan buka secara luas.
Bagaimana kalian bisa berpasangan?
(Usman): Sedikit cerita, awal bertemu Jonris itu adalah pada saat LKMM Madya, sebelumnya juga saya mengenal dia dari keikutsertaannya sebagai wakil ketua ODM. Nah dari awal kita bertemu di technical meeting, kemudian pre-phase satu, pre-phase dua memang sudah ada diskusi bareng di sana terkait bagaimana dan mau apa setelah dari LKMM Madya. Kita memang memantapkan diri selama proses LKMM Madya, akhir LKMM Madya kita maju berdua.
Bagaimana kalian meyakinkan mahasiswa Undip untuk memilih kalian?
(Usman): Kita meyakinkan mahasiswa Undip melalui gagasan yang kita bawa, apa yang Jonris dan saya pikirkan itu tertuang dalam gagasan. Apa yang kita harapkan untuk Undip ke depan dan kita tawarkan kepada mahasiswa Undip melalui gagasan ya kita yakinkan itu. Seberapa kita siap dan mantap, mahasiswa Undip bias crosscheck sendiri dengan gagasan kita. Jika itu sesuai dengan harapan untuk Undip yang lebih baik melalui gagasan yang kita bawa, maka mari kita berjuang bersama-sama.

Bagaimana kalau Anda kalah?
(Usman): Jika saya kalah, saya sudah berkeinginan untuk terus bermanfaat bagi orang lain karena sudah memiliki kesempatan lebih dari teman-teman yang lain. Saya mengikuti LKMM Madya juga itu sudah tanggung jawab dan kesempatan yang harus dimaksimalkan. Tentang bagaimana berbicara Undip ke depan itu jadi tanggung jawab saya juga baik nanti saya setelah ini di BEM Undip atau di organisasi lain, namun saya tetap berjalan di organisasi-organisasi yang tetap bisa membawa nama baik Undip dan mengembangkan Undip melalui organisasi mahasiswa tadi
Apa pendapat Anda tentang unit usaha Undip?
(Usman): Unit usaha Undip memang menjadi bagian penting dari Undip sendiri, hal tersebut juga sudah dibicarakan oleh teman-teman FPP bagaimana untuk meningkatkan minat dari teman-teman FPP melalui unit-unit usaha yang sudah dibuka Undip. Harapan ke depannya bisa berkolaborasi di sana untuk memajukan Undip melalui unit usaha yang ada di Undip.
Bagaimana Anda menangani mahasiswa yang apatis dan cenderung tidak peduli dengan isu-isu kampus?
(Usman): Salah satunya adalah melalui program unggulan kita, yaitu buletin BEM Undip, di sana kita akan menginformasikan terkait permasalahan dan juga perkembangan. Karena saat ini masalahnya adalah mahasiswa kurang tercerdaskan karena tidak ada medianya. Mungkin media yang mereka lirik hanya sebatas BEM Undip saja, padahal BEM Undip tidak menghadirkan itu untuk mereka. Nah upaya yang BEM Undip bisa hadirkan, yaitu kita coba memberikan informasi terkait permasalahan juga perkembangannya agar mahasiswa dapat tercerdaskan dan mereka tidak buta terkait isu kampus dan mereka tidak menjadi orang-orang apatis karena info saja mereka tidak dapat. Kita mencoba memberi info agar mereka ikut berfikir “Oh, seperti ini kondisinya” dan kita mencoba menggerakkan lewat hal itu.
Bagaimana kalian memunculkan iklim diskusi di tingkat universitas yang saat ini sangat minim?
(Usman): Jika memang untuk obrolan kajian mereka masih apatis, maka ada dua hal yang harus digaris bawahi. Pertama, karena mereka tidak percaya dengan dengan kajian yang dihasilkan oleh mahasiswa. Saya akui kajian-kajian yang dilaksanakan oleh BEM Undip sudah bagus namun alangkah lebih baiknya jika kita dapat melibatkan orang-orang yang pakar di bidangnya, semisal dosen ataupun mahasiswa yang menguasai topik yang akan dibahas sesuai dengan jurusan yang diambilnya. Misal kajian maritim, maka bisa melibatkan mahasiswa FPIK. Yang kedua adalah bagaimana kita bisa menciptakan ruang-ruang diskusi di Undip, bukan hanya berpusat di Student Centre, misal kajian infrastruktur kita bisa berdiskusi di Fakultas Teknik karena mungkin dari situ akan ada mahasiswa FT yang tertarik untuk ikut kajian. Lalu kajian mengenai pertanian dan peternakan bisa diadakan di FPP. Itu adalah upaya yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan keinginan mereka terlebih dahulu untuk mengikuti kajian sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Karena menurut obrolan dengan teman-teman mahasiswa yang saya kenal, mereka ingin mengikuti kajian namun mereka tidak tertarik pada isu yang diangkat atau isu yang mereka inginkan belum diadakan kajiannya. Misal mereka ingin kajian mengenai lingkungan tapi tidak diadakan. Berangkat dari hal tersebut, maka hal yang bisa kita lakukan adalah upaya ‘jemput bola’ ke bagian yang tepat, sesuai dengan isu yang mereka kuasai agar mereka juga berminat untuk mengikuti kajian, paling tidak membiasakan mereka untuk diskusi dan berpikir terkait kajian.